WGM Super YAOI [Part 1]

Standar

Kyuhyun pov

“Kyu.. ireona!”

“Kyuhyun-ah.. Banguuun~”

“Kyuu~ ppali ireona!”

Rentetan suara imut disertai goncangan di bahu mulai mengusik tidur nyenyakku. Menyeret paksa agar aku kembali ke dunia nyata. Aish, untuk apa membangunkanku sepagi ini? Mengingat jadwal kami yang kosong untuk dua hari kedepan, orang yang sedang membangunkanku ini pasti cari mati. Bukannya bangun, aku malah hanya mengubah posisi tidurku jadi menghadapnya dan mengintip seperti apa ekspresi Sungmin hyung sekarang. Samar-samar bisa kulihat pipinya yang di-bengkak-kan dan alisnya merengut sempurna.

Setelah itu kurasakan bahuku bergetar semakin kencang, bahkan setara dengan gempa bumi berskala 9.8 SR. Sungmin hyung juga mulai menepuk pipiku dan menarik selimutku. Tapi aku masih bertahan dengan mata tertutup, berharap dia kesal dan berhenti mengusik tidur sang pangeran tampan.

Saat kuintip lagi, sekarang dia sedang berdiri dan tangannya menempel di pinggang. Perlahan sebelah kakinya naik ke kasur dan menyentuh keningku. Aku mulai berasap, terlebih saat kakinya bergerak menoyor kepalaku. Haish dasar kelinci sialan!

“Apa anak ini mati?” Gumamnya bodoh sambil terus menggerakkan kaki, sedangkan kepalaku sendiri terus saja terdorong ke belakang. Beruntung ini adalah Sungmin hyung, kalau saja kaki Lee Hyukjae yang menempel di kepalaku pasti aku sudah tewas kebauan sekarang.

“YAA! UNTUK APA MEMBANGUNKANKU DI HARI LIBUR?”

Aku menyingkirkan kakinya lalu terduduk sambil merengut kesal. Tak lama terdengar bunyi ‘pluk’ keras dan rasa sakit mampir di kepalaku. Oh, rupanya dia memukulku. Eh, APA? DIA MEMUKULKU?

“Libur apanya? Manajer-hyung bilang setengah jam lagi ada rapat dadakan. Cepat mandi kalau tak mau gajimu dipotong!”

Baik aku menyerah. Dengan malas berkerak di seluruh badan, aku pun berjalan zombie menuju kamar mandi.

xXx

Di dapur.

“Itu apa, hyung?”

Aku bertanya pada Wookie sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil. Dia tidak langsung menjawab, pandangan matanya kosong saat menatap gelas di genggamannya. Saat kusenggol pundaknya dan kuulangi pertanyaanku, baru dia mau membuka mulut.

“Kemarin aku baca artikel, katanya air seni pertama yang keluar di pagi hari itu sangat menyehatkan. Lalu– “

“Air seni? Lalu mau kau apakan? Membasuh wajahmu dengan itu, eoh?” Seringai meremehkan tercetak di wajahku. Tanpa menunggu jawabannya, aku membuka sebotol air putih dan menenggaknya.

“Tentu saja untuk diminum.”

ZRASSSH.

Air di mulutku muncrat semua, untung saja tidak ada yang melesat masuk ke hidung. Sesaat aku melongo. MWOYA? Dia mau minum cairan pesing itu? Ommo, yang benar saja!

“Kau mau mati ya?” Aku melotot horor. Rasanya ngeri sekali membayangkan Wookie hyung yang kejang-kejang menggelepar di atas lantai. Pasti akan merepotkan!

“Tidak mungkin mati, pabo! Justru ini sehat dan membuat badan segar kembali. Ya.. katanya sih begitu.”

Dia terlihat ragu dengan ucapannya sendiri. Melihatnya, aku hanya bisa menggelengkan kepala.

“Apa kau tidak pernah mengenal apa itu herbal, vitamin, tonik, dan sebangsanya? Kenapa harus jalan sesulit itu yang kau pilih? Jangan seperti orang susah deh, hyung.”

Astaga, racauanku barusan sok dramatis sekali, aku saja sampai mual sendiri mendengarnya. Dan Wookie hyung? Dia hanya menggeplak kepalaku sambil kemudian memandangi gelas di tangannya dengan sepenuh hati (lagi).

“Ah! Kalau memang mau nekat, kenapa tak sekalian ‘air’nya Siwon hyung saja yg kau pakai? Kalau dia kan sudah jelas bergaya hidup sehat, ‘itu’nya juga pasti lebih berkualitas dibanding punyamu.”

Wookie hyung menatapku sambil setengah berpikir. Entah sebuah kebetulan atau memang semesta yang sedang mendukung, tiba-tiba Siwon hyung lewat di depan kami dan melangkah masuk ke kamar mandi. Dengan sepasang mata kecil yang berbinar, lengkingan Wookie hyung langsung terdengar keras seperti merobek gendang telingaku.

“Siwonie hyuuung, aku minta ‘air’muuu~!”

Sumpah berisik sekali!

Dengan kecepatan kilat, dia ikut melesat masuk ke tempat Siwon hyung menghilang tadi. Gelas-plastik-nista itu sendiri sudah diletakkannya ke westafel yang ada tepat di sampingku. Mungkin karena terlalu rusuh, gelas itu jadi oleng dan tololnya aku baru sadar saat sesuatu yang hangat mulai menjalari sekujur kakiku.

CUUURR~

“HIYAAH! ANDWAEEEE!”

Cairan terkutuk yang katanya menyehatkan itu pun berakhir di kakiku yang malang. Aish, aku kan baru selesai mandi. Heebum saja yang notabene seekor kucing tidak pernah berani mengencingiku. Arrgh Kim Ryeowook sialaaan!

*Kyuhyun pov end*

xXx

Di ruang latihan

Sudah hampir setengah jam para member super junior terabaikan di ruangan bercermin besar itu. Beberapa dari mereka tergeletak pasrah di atas lantai kayu, sedangkan yang lain punya posenya masing- masing.

“Manajer hyung lamaaa!” Kyuhyun mengeluh kesal. Kini anak itu sedang tiduran di paha Eunhyuk yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Donghae. Kyuhyun kembali murka saat ingat kalau ia harus mandi dua kali tadi pagi. Setan itu bahkan berniat mengamuk kalau sampai rapat pagi ini dibatalkan.

“Aku masih lapar~” Ratapan Shindong terdengar memilukan. Sedangkan yang lain hanya menghela napas berat.

CKLEK

Semua member bangkit dari posisinya saat sang manajer masuk. Penampilan hyung mereka saat ini benar-benar mengenaskan. Lihat saja rambutnya yang berantakan, bibirnya pucat dan matanya menghitam seperti milik panda. Belum lagi kemejanya yg kusut sana-sini dan kaus kakinya yang beda sebelah.

“Hyung, habis terkena badai dimana?”

“Ommo, kau menakutiku hyung~”

“Hyung, gwaenchana?”

“Apa kau habis bertengkar dengan istrimu?’

“Hyung kenapa lama sekali! Gara-gara rapat ini aku bahkan harus mandi dua kali tadi pagi!”

Bisa kita tebak dengan mudah kalimat terakhir meluncur dari mulut siapa. Tampaknya Kyuhyun memang belum bisa ikhlas menerima kalau badannya harus dua kali diguyur shower dalam satu pagi.

“Tutup mulut kalian dan ayo selesaikan ini dengan cepat.” lirih sang manajer. Dengan sigap ia mengeluarkan laptop dan proyektor kecil dari tas slempangnya tanpa bersuara. Setelah semua peralatan terpasang sempurna, ruang latihan dance itu seketika berubah menjadi ruangan presentasi yang minimalis. Manajer berambut kusut itu sendiri kini berdiri di depan member dan membuka pertemuan. Setelah basa-basi sebentar dan minta maaf atas keterlambatannya, pria tertua di ruangan itu pun langsung menyampaikan point inti dari rapat hari ini.

“Uri sajangnim memberikan proyek baru untuk kita. Kali ini cukup besar, tapi sangat memusingkan!”

“Apa itu?” tanya Kangìn penasaran. Ia sungguh excited karena mendapat job lain setelah menyelesaikan album 6jib untuk ajang comebacknya.

“WGM.” Jawab sang manajer singkat. Ia lalu diam dan membuka kancing teratas kemejanya, mencoba untuk rileks sesaat. Semua makhluk di depannya terperangah dan memasang ekspresi orang sembelit kala mereka harus menahan senyum bahagianya sekuat tenaga. Bisa ditebak kalau fantasi seluruh member sedang berkelana liar sekarang.

“WGM lagi? Dibandingkan Lee Sora lebih cantik mana, hyung?”

“Apa aku akan dipasangkan dengan yeoja china lagi, hyung? Ah merepotkan sekali! Aku mau dipasangkan dengan aktris lokal saja ya? Yang cantik, seksi, tapi tidak terlalu terkenal. Jadi kalau terlibat cinta lokasi nanti bisa berjalan lancar. Hoho.” Kyuhyun meracau sok tahu. Tak ia sadari tampang manajer hyung yang sudah ingin melempari wajahnya dengan sepatu.

“Bisakah kalian diam dan dengarkan penjelasanku sampai selesai?”

“Kau yang memberi jeda terlalu lama, hyung!” Protes Hyukjae yang langsung diamini oleh soulmatenya, Donghae.

“Iya benar, yang memotong ucapanmu itu kau sendiri tau!”

Manajer hyung sweatdrop. Tingkat kefrustrasiannya naik lima strip sekarang.

“Baiklah terserah kalian. Tapi yang jelas WGM kali ini jauh berbeda, anak-anak. Hufh, aku juga sebenarnya tidak sudi mengurus acara gila seperti ini. Andai saja pak tua itu tidak kena virus fujoshi, ini semua pasti tidak akan terjadi. Dasar bos sinting! Sudah tua bukannya banyak ke gereja malah melakukan ide konyol begini. Mau jadi apa dia kalau– ehm..”

Sang manajer akhirnya sadar kalau dia sedang meracau tak karuan. Ia jadi merasa bersalah saat menyaksikan tampang idiot semua member yang terdiam dan tidak tau apa-apa.

“Kau bicara apa sih? Jelaskan yang benar, hyung! Kita tidak buka sesi curhat!” Leeteuk berusaha mengembalikan hyungnya ke jalan yg benar.

“Ah mian. Jadi program ini berbeda secara keseluruhan. Namanya saja WGM Super Yaoi. Program ini akan disebar secara underground untuk memanjakan hasrat para fujoshi, baik lokal maupun internasional.”

Hening.

Masih tidak ada tanggapan dari mereka. Mungkin kepala anak-anak ini sudah konslet secara mengenaskan sekarang.

“Fujoshi? Istilah dari planet mana itu? Aigoo, pakailah bahasa yang normal sedikit, hyung!” Donghae melancarkan aksi protes duluan. Mungkin dialah yang paling tak tahan kala kepalanya harus bekerja diluar kapasitas.

“Fujoshi itu penggemar yaoi. Nah, YAOI itu sendiri, hmm.. istilah mudahnya homoseksual. Seperti fanfic, fanart, dan fanvid dari shipper yang sering kalian lihat. Sudah paham?”

Semua kepala kompak mengangguk, tapi beberapa detik kemudian mereka tercengang bersama.

“HAH?”

“WGM khusus gay?”

“Hyung.. Jangan bilang kalau kita yang– ” Dugaan Sungmin terputus kala melihat manajer yang mengangguk lemas ke arahnya. ‘Oh Tuhan, bencana apa lagi kali ini?‘ batinnya meraung keras.

“Ne, kalian akan dipasangkan satu sama lain, lalu menjalani kehidupan pernikahan palsu layaknya pasangan WGM lainnya.”

Tampang semua member langsung berubah drastis. Semangat mereka pun sudah menguap entah kemana. Kyuhyun bahkan rela memutar waktu kembali dan bolak-balik mandi lima kali kalau itu bisa membuat rapat hari ini batal.

“Ah hyung, apa ini masuk akal? Bagaimana reaksi para elf nanti kalau tau idolanya bertingkah seperti gay asli?” ujar Siwon tanpa semangat. Tidakkah mereka sadar kalau tampang manajer sekarang itu jauh lebih frustasi dibanding mereka?

“Ne Siwon-ah, Awalnya kupikir juga begitu! Tapi ternyata kenyataannya lain, bukankah kalian sudah tau kalau sebagian besar elf bahkan lebih senang kalian jadi gay daripada punya pacar selebriti? Lagipula ini kan proyek underground, hanya yang benar-benar berminat saja yang akan memiliki kasetnya. Dan si tua Soo Man yakin sekali kalau jumlah peminat nanti akan sangat fantastis.”

Mereka semua diam, mendadak suasana jadi sepi dan menyeramkan.

“Ah, lagipula semua sudah tahu kalau itu hanya akting dan berdasar script yang dibuat. Jadi yang perlu kalian lakukan hanya menuruti perintah sutradara dan berakting sebagus mungkin. Arrasseo?”

Kalau ini komik, mungkin sepuluh buah batu besar sudah jatuh dari langit dan menimpa kepala member super junior satu-persatu.

.

setengah jam kemudian..

Ya, memang perlu waktu setengah jam bagi mereka untuk menerima kenyataan pahit ini. Selama itu mereka hanya diam dan merenungi dosa apa saja yang sudah mereka perbuat setahun belakangan sampai mereka bisa menerima job semengerikan ini *lebay ajaa -_-‘*

“Baiklah–”

Baru satu kata yang sang leader ucapkan untuk memecah keheningan super panjang itu, Manajer hyung –yang daritadi sabar menanti kesiapan anak-anaknya– sudah memotong untuk melanjutkan pembicaraannya lagi. Dan hal itu berhasil membuat Leeteuk cemberut sempurna.

“Bagus kalau kalian sudah bisa menerima. Tapi, berita buruknya bukan itu saja wahai anak-anak Tuhan yang baik. Setiap pasangan nanti akan terbagi menjadi seme dan uke. Seme itu.. anggap saja sebagai suaminya dan uke itu sebagai istrinya. Rencananya, setiap uke harus berdandan layaknya wanita setiap syuting diadakan.” Manajer hyung membacakan konsep itu lewat layar laptopnya. Dia mengganti slide per slide yang kini menunjukkan gambar-gambar member yang sedang crossdressing. Mulai dari penampilan Gee waktu SS2, lalu Eunhyuk, Sungmin, Heechul, dan Kangin saat pemilihan Miss Cheoljin di Intimate Note, Marylin Mingroe di SS4, dan masih banyak lagi. Sedangkan para member? Keringat sebesar biji jagung kini mulai bertengger di dahi mereka.

“Ah, untung saja aku dengan Ming hyung!” Seru Kyuhyun merusak suasana. Memang saja kepalanya yang kelewat licik sehingga dia langsung mengarahkan Sungmin untuk jadi peran wanitanya. Dasar tukang-cari-aman!

“MWO? Tidak mau! Aku dengan Wookie saja!” Sungmin melempar peran uke dengan seenak jidatnya ke arah Wookie yang memang tak pernah jadi seme sepanjang sejarah.

“Bukannya pakai official pairing ya hyung?” Tanya Kyuhyun ke arah manajer yang sedang memijit kepalanya yang terasa mau meledak.

“Nah, itu dia yang membuatku pusing setengah mati.”

Lagi-lagi hening. Mulai dari Leeteuk sampai Kyuhyun kembali memusatkan perhatian pada pria di depan mereka.

“Seharusnya memang pakai official pairing. Tapi bos-kalian-yang-terhormat itu mengacau dengan bilang kalau crack pairing lebih digemari saat ini. Lagipula dari awal kan sudah kubilang pada kalian.. JANGAN TERLALU AKRAB DENGAN PAIR ORANG KALAU SEDANG ON AIIIIRRRR~~!”

Manajer menyembur para member dengan penuh emosi. Yesung mulai main lirik-lirikan dengan Donghae, sedangkan Siwon memandang Kyuhyun dan Yesung secara bergantian. Sedangkan Kyuhyun? Dia menatap member lainnya satu per satu dan batinnya mulai bergejolak.

Seingatku selain KyuMin itu ada pairing WonKyu, KyuWook, KyuHyuk, KyuHae, KyuTeuk, YeKyu.. Astaga! Ternyata ini semua memang dosaku.

Kyuhyun meneguk ludahnya panik.

“Karena itu aku harus menentukan crack pair yang benar-benar pas dan banyak peminatnya. Kalian tahu? Untuk mencapainya aku bahkan tidak tidur cukup beberapa hari belakangan ini. Mengunjungi fansite, melihat fanfiction yang beredar, melakukan survey.. Tapi tetap saja tidak berhasil!”

“Memangnya kenapa, hyung?” Tanya Ryeowook polos, ia cukup prihatin melihat kondisi manajernya yang sedang mengacak rambutnya sendiri sekarang.

“Itu karena jumlah penggemar crack pair yang hampir seimbang. Bahkan terkadang mereka terlibat war dengan shipper official pairing yang tidak terima dengan adanya crack ini.”

Leeteuk menggaruk kepalanya, ia sungguh bingung apa dengan yang harus ia lakukan sekarang. Sedangkan Sungmin yang baru saja dari dapur menyodorkan segelas air putih untuk membuat manajernya tenang.

“Lalu masalahnya apa? Tinggal tentukan pairingnya, fokuskan ke yang suka dan lupakan para hatersnya. Mudah kan?” Lee Hyukjae memberi solusi. Sepertinya dia sudah melupakan aksi protesnya beberapa menit yang lalu. Ah, monyet itu memang bukan pendendam yang baik.

“Baiklah kita coba. Aku akan membacakan pairing yang sudah kubuat berdasarkan penelitian beberapa hari ini dan aku juga akan menerangkan kendala apa saja yang membuat susunan ini masih terasa mentah bagiku.”

Semua fokus di ruangan ini tertuju pada sang manajer dan layar proyeksi di depan. Batin mereka berdoa agar bisa mendapat peran suami yang masih boleh kelihatan macho dan jantan di depan kamera –kecuali Ryeowook yang sepertinya sudah pasrah akan kedudukannya sebagai ultimate uke–.

“Pairing pertama, WonKyu. Ini tidak bisa diwujudkan mengingat shipper KyuHyuk, YeKyu, dan WonSung yang lumayan banyak. Tapi Yesung tidak bisa dipasangkan dengan Siwon karena Donghae tidak akan punya pairing lain selain Kibum yang masih vacum. Lalu kalau Kyuhyun tidak bersama Eunhyuk, monyet itu harus bersama siapa nanti? Dengan Sungmin? Itu tidak mungkin karena dia akan kupasangkan dengan Ryeowook.”

“YES!”

Tangan Sungmin meninju udara di atas kepalanya dengan penuh kemenangan. ‘Goodbye rok dan make up tebaaal!’ Pikirnya senang. Sedangkan beberapa member yang tidak mengerti akan penjelasan rumit barusan mulai mengalami ledakan kepala massal.

“Sungmin sudah sangat manis kalau jadi yeoja. Bukannya terlalu sayang kalau dia jadi semenya?” Ujar Yesung yang langsung dihadiahi deathglare dari mata kelinci Sungmin.

“Hmm begitu ya? Jadi kalau Donghae dengan Sungmin, Ryeowook otomatis akan bersama Kyuhyun. Lalu Yesung dengan Siwon dan–”

“SHIREOO! Kalau begitu Sungmin dengan Wookie juga tidak masalah. Aku lebih baik sama Donghae saja!” Jerit Yesung memotong analisa sementara dari sang manajer, sedangkan Siwon hanya menahan senyumnya.

“Sepertinya siapapun yang dipasangkan denganku akan berakhir jadi yeoja nanti.” Ujar kuda itu narsis. Yak, Siwon memang sedang membanggakan posisinya sebagai seme permanen sekarang. Mendengar itu, Kangin datang mendekat dan meraih bahunya.

“Jinjja MaSi? Ah manajer hyung! Kalau Siwon dipasangkan denganku yang jadi ukenya siapa?” Tanya Kangin sambil tersenyum menyebalkan. Sedangkan di pikiran member lain hanya ada satu kata untuk menggambarkan pairing abstrak itu : KIAMAT!

“Kangin-ah, jangan bercanda di saat seperti ini! Kau akan tetap bersama Teuki nanti. Ah aku hampir lupa; Shindong-ah, kau tidak akan ikut program ini karena ada jadwal individu yang bentrok dengan hari rekaman. Jadi berbahagialah!”

“Wooo curang! Doongie hyung curaang!”

“Jadi aku boleh pergi dan kembali makan sekarang?”

“Terserah kau.”

“WOOOOH! CURAAAAANG!”

“DIAMM! Jangan berisik dan kembali berpikir!”

Hening lagi. Semua makhluk yang ada di ruangan itu tampak sedang berpikir keras. Tak lama kemudian, Sungmin berdiri dan siap menyampaikan pendapatnya.

“Aku mulai dapat pencerahan! Bagaimana kalau aku tetap dengan Wookie, lalu Siwon dengan Eunhyukkie dan Donghae dengan Yesung hyung. Lalu Kyuhyun.. Loh, bukannya ganjil ya?”

Drrrt.. Drrrt..

Sungmin terdiam kala sang manajer sedang membuka ponselnya.

“Wah kebetulan sekali, Produser-nim mengirim email padaku. Dia bilang Kibum akan ikut serta dalam acara ini!”

Masalah jumlah yang ganjil pun terpecahkan dalam hitungan detik. Ya, semesta memang kelewat baik terhadap mereka. Setelah menghela napas berat untuk sesaat, Sungmin memberikan kertas rancangannya yang langsung ditelaah oleh sang manajer.

“Hmm, Siwon tidak bisa dipasangkan dengan Eunhyuk karena shipper mereka jauh lebih sedikit dibanding dengan yang suka WonKyu dan KyuHyuk. Lalu kalau ditambah Kibum, Donghae jadi tidak harus dipasangkan dengan Yesung dan majikan ddangkoma itu bisa bersama dengan Siwon atau Kyuhyun. Kudengar shipper KyuWook juga tidak kalah banyak. Jadi kalau Kyuhyun–”

“Ini cuma perasaanku saja atau daritadi masalah kita ada di maknae evil itu?” Selidik Yesung yang langsung disertai anggukan beberapa umat.

“Iya, sepertinya daritadi yang kudengar juga Kyu.. Kyu.. Kyu.. Dia paling banyak pairingnya tau!” Ujar Eunhyuk geleng-geleng kepala.

“Makanya sejak awal aku juga sudah menahan diri untuk tidak melempar anak itu keluar jendela.” Geram sang manajer. Ternyata semua orang disana sudah mulai paham akan situasinya, dan ini berarti sirine tanda bahaya mulai mengaung di kepala Kyuhyun.

“Salah sendiri kalian selalu berebut untuk dekat dan memanjakanku. Hehehe aku tau pesonaku memang sulit ditolak, hyuung..”

Mungkin kalau ini di dapur kepala Kyuhyun akan langsung bocor terkena lemparan sepuluh panci secara bertubi-tubi setelah bicara seperti itu.

“Huffh.. aku menyerah! Kalian urus semuanya sendiri lalu berikan rancangannya padaku dua hari lagi. Ditentukan pakai Kawi Kawi Boo juga terserah kalian. Aku tidak mau mati di usia segini karena stres. Arrasseo? Na khalke!” Sang manajer melempar kertas di tangannya ke udara lalu segera beranjak meninggalkan ruangan itu. Mungkin pria depresi itu berencana pergi ke pantai untuk menenangkan diri sejenak. Sedangkan semua member Super Junior langsung saling berpandangan penuh arti.

“Lalu bagaimana ini, hyung?” Tanya Ryeowook pada sang leader.

“Kita adakan tes.”

“MWO?”

“Iya, tes untuk menguji kadar kecocokan kita masing-masing. Pasti akan menyenangkan, huehehe.”

TBC

[FF] WGM Super YAOI part 2

Standar

WGM Super YAOI part 2

Author : Oktaviani Dwii

Rating : PG 15 kali :p~

Genre : Friendship, Humor.

A/N :

Saya hijrah dari FFN, tadinya chapter ini udah saya upload lewat situ tapi saya hapus lagi. Due to a sudden urge, finally I made my own wp and posted my fanfic here.

Kata temen saya, kalo di wp itu istilahnya rumah sendiri, jadi saya bebas bikin ff dengan cast apapun dan genre apapun.

Saya mikir, loh bedanya ama ffn apa? Toh yang nulis kan saya-saya juga.

Tapi, sekarang saya tahu apa itu bedanya.

Jadi tolong, hargai saya ya disini. Di ffn saya bilang saya gak terima flame, tapi tetep aja ada yang ngeflame. Iya.. ini tentang masalah official dan unofficial itu..

Saya kan udah bilang, saya mau bikin ff ini jadi dua sesi, dan kalo yang keluar yang unofficial duluan terus masalahnya apa? toh nanti saya juga bakal berusaha semampu saya buat bikin versi officialnya juga, saya berusaha buat adil dan saya itu netral. Walaupun hasilnya jelek yang penting I’ve tried my best.

Tapi ‘orang itu’ dengan entengnya bilang saya mengabaikan pendapat readers saya tanpa baca dulu apa yang udah saya tulis sebelumnya. Padahal ff ini saya lanjutin juga karena kebanyakan reviewnya pada minta lanjut. Dan saya mau meres otak bikin dua versi juga karena gak mau bikin salah satu pihak kecewa, tapi ya itu.. butuh waktu lebih jadinya. huhuhu TT^TT

Tapi udah deh. untuk sesi unofficial ini.. please enjoooy ya ^^b.

.

Pagi ini sungguh tak biasa.

Saat matahari bahkan belum muncul sepenuhnya, semua member Super Junior –minus Shindong– sudah lengkap berkumpul di sebuah ruangan dengan mata setengah terbuka. Sebelumnya, satu per satu dari mereka berhasil dibangunkan paksa dengan cara yang sungguh di luar nalar, mulai dari pelucutan celana tidur –yang membuat mereka kedinginan sampai ke pangkal paha– sampai tragedi penyeretan sadis dari kamar menuju ruang tengah. Semua itu terjadi tanpa ada satu pun layangan protes terdengar. Kenapa? Itu semua bukan mustahil mengingat ancaman Kangin yang terdengar mengerikan beberapa saat yang lalu. Membuat semua member lebih memilih untuk diam, terkecuali Kyuhyun.

“Haruskah sepagi ini, hyung? Kejam sekali! Kasurku saja masih berteriak minta ditiduri.” Kyuhyun menggali lubang kuburnya sendiri dengan melancarkan aksi protes sambil menguap; mengingat jatah tidurnya semalam habis dimakan sang PSP hitam, wajar saja kalau dia tidak terlalu mengindahkan ultimatum dari namja sangar yang menyeretnya barusan. Sedangkan Leeteuk hanya bisa tersenyum saat partner-in-crimenya mulai menciprati air ke arah Kyuhyun yang matanya masih membentuk garis nyaris sempurna.

“HYAK! Air apa ini? Kenapa bau sekali?” Kyuhyun melotot seketika. Ia bertanya sambil mengelap wajahnya ke kaus Siwon yang ada disampingnya. Namja kekar yang perutnya sedang digesek-gesek oleh wajah Kyuhyun pun hanya bisa diam tak menanggapi; nyawanya sendiri saja masih berterbangan bebas sekarang.

“Ini air bekas kupakai berkumur tanpa sikat gigi dulu sebelumnya. Baunya pasti daebak, kan? CEPAT SADAR ATAU KALIAN SEMUA AKAN KUSIRAM SEKARANG JUGA!” Nada bicara Kangin naik lima oktaf, membuat roh-roh yang tadinya masih melayang pun langsung tertarik masuk ke masing-masing tubuh pemiliknya. Siwon mulai tersadar dan menahan wajah Kyuhyun dengan satu jari telunjuk. Sebuah kesalahan besar dilakukannya saat hidung panjangnya bergerak mengendus bagian yang telah ‘dijejaki’ oleh sang maknae, Siwon langsung merasa kalau indera penciumannya akan luntur saat itu juga.

“Astaga hyung! Kenapa baunya seperti NERAKA?”

Kening Siwon berkerut hebat, membuat alis tebalnya tersambung jadi satu. Hidungnya megap-megap meraih oksigen bersih. Kaus tak berdosa itu pun sukses dilemparnya ke sembarang arah, menyisakan slaveless hitam yang membuat udara dingin khas pagi hari langsung menusuk tulangnya tanpa ampun. Di pikirannya, jauh lebih baik seperti ini daripada hidung semata wayangnya harus mengalami cedera parah karena bau yang maha dahsyat barusan.

“Kuda, kenapa kau tidak bilang kalau pernah mengunjungi neraka sebelumnya? Tau begitu kita kan bisa menitipkan Kyuhyun disana.”

“Yak, lagi-lagi namaku yang disebut.” Ujar Kyuhyun tak terima sambil terus berusaha menggesekkan wajahnya –yang masih agak basah– ke arah orang-orang tak berdosa di dekatnya.

“Setaaan! Piyamaku jangan dijadikan lap muka! Menjauh dariku sana!”

“Aku malas ambil handuk hyuung~ Lagipula kau terlihat jelek dengan piyama itu, lebih baik dibuang kan? Aish! Kenapa baunya tidak mau hilang juga siih?”

“Tiga hari.. itu batas minimal baunya bisa bertahan, Kyu. Nikmatilah selagi bisa.”

“KAU MAU MEMBUNUHKU YA?”

Keributan itu pun berakhir dengan lenyapnya Kyuhyun dalam sekejap. Karena anak itu langsung berlari ke kamar mandi guna mencuci wajahnya dengan sebotol facial foam yang langsung habis seketika, berharap aroma-tidak-sedap itu bisa minggat dari wajahnya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, apalagi selama tiga hari.

Aku bisa mati muda kalau masih bau juga.’ jerit batinnya keras.

xXx

Setelah selesai dengan urusan mari-habiskan-sebotol-facial-foam-dengan-menggila, Kyuhyun kembali bergabung dengan para hyungnya yang ternyata masih diam menunggu sejak tadi. Melihat para member sudah lengkap lagi, Leeteuk segera ambil posisi untuk membuka pertemuan hari ini.

“Kalian pasti sudah tahu tujuan utama kita berkumpul pagi ini, kan?”

“Melihat Kangin hyung pamer bau mulut?” Terka Hyukjae polos. Beruntung Kangin tidak menemukan benda apapun di dekatnya yang bisa dilempar, kalau tidak pasti wajah-polos-menyebalkan itu tak akan bisa selamat sekarang.

“Bukan itu monyet jelek! Ini mengenai proyek WGM kemarin, aku dan Teuki hyung yang akan coba memasangkan kalian.”

“Caranya?”

Leeteuk bangkit dari duduknya dan beranjak pergi ke dapur. Saat kembali, di tangannya sudah ada beberapa batang sumpit di dalam sebuah gelas berwarna hitam. Namja berjaket putih itu pun kembali duduk dan siap menjelaskan prosedur yang sudah dirancangnya semalaman bersama Kangin.

“Apa kalian percaya dengan adanya ‘kebetulan’?” Manik Leeteuk mulai memandangi dongsaengnya satu per satu.

“Tentu saja iya. Aku yang kebetulan terlahir tampan, berbakat, dan kebetulan disenangi banyak orang. Kebetulan sifatku baik dan banyak wanita yang menyukaiku. Bukankah itu semua ‘kebetulan’?” Terang Yesung dengan level kepercayaan diri tingkat maksimal, membuat seluruh mata di ruangan itu memutar jengah karena ucapannya.

“Apa kepalamu yang kelewat besar itu juga ‘kebetulan’ hyung?”

“HUAHAHAHAHA~”

Kicauan beracun dari Kyuhyun barusan sukses membuahkan gelegar tawa dari semua penghuni ruangan itu, membuat yang dicela hanya bisa memasang wajah datar sambil melipat tangannya di depan dada.

“Salah. Itu semua namanya takdir, bukan hanya sebuah kebetulan.” Jelas Kibum datar. Yak, namja itu memang sudah daritadi eksis bersama member yang lain, salahkan saja mulutnya yang lebih suka diam hingga tak banyak yang menyadari keberadaannya sejak tadi. *Padahal salah authornya yang ngasih line kedikitan #matiditendangKibum-_-*

“Ne, Kibum benar. Aku pribadi juga tidak percaya dengan adanya kebetulan. Semuanya itu takdir yang sudah direncanakan oleh Tuhan. Kita semua di sini percaya Tuhan kan?”

“Mengingat di sini tidak ada Heechul hyung jadi bisa dibilang begitu hyung.” Jawab Ryeowook singkat, yang mungkin kalau di dengar langsung oleh sang Cinderella akan berbuah sepatu cantik yang mendarat mulus di kepala kecilnya.

“Jadi, untuk menentukan pasangan WGM nanti kita akan menggunakan kekuatan takdir, biar Tuhan yang memilihkan siapa dengan siapa. Medianya adalah seperangkat sumpit yang ujungnya sudah diberi warna berbeda seperti ini. Dua dari kalian yang mendapat warna yang sama maka itulah pasangannya.”

“Sudah? Sesederhana itu? Lalu untuk apa manajer hyung sampai hampir mati depresi kemarin?” Donghae berujar dengan wajah tanpa dosanya dan diamini pula oleh beberapa member yang lain.

“Cara kuno, tidak berseni sama sekali.”

“Jalan pintas yang terlalu memaksakan.”

“Kasihan manajer hyung.”

“KALIAN YANG CUMA BISA PROTES TANPA MAU BERPIKIR.. MAU MATI YA?”

Setelah itu hening. Teriakan namja bertubuh besar itu memang mengerikan.

Leeteuk mulai bergerak menggoyangkan gelas berisi sumpit-sumpit itu agar teracak sempurna. Perlahan tapi pasti satu per satu dari mereka mengambil sumpit misterius itu sampai habis. Setelahnya, Kangin mengeluarkan sebuah note kecil dan siap mencatat hasil yang keluar.

Merah : Siwon dan Yesung.

Kuning : Donghae dan Kibum.

Hijau : Ryeowook dan Sungmin.

Biru : Kyuhyun dan Eunhyuk.

Wait, Kyuhyun dan.. Eunhyuk?

Baru saja Eunhyuk ingin bergulingan di lantai sambil menyemburkan protes, lagi-lagi Kangin sudah meluncurkan ancaman yang membuatnya urung. Sehingga monyet itu hanya bisa menelan kembali protesnya dalam diam. Tanpa ia sadari bibirnya sudah maju-maju sendiri di luar kontrol, sedang mengutuk sesuatu mungkin.

“Berani protes maka akan kusiram pakai ‘ini’!”

Lagi-lagi air keramat itu -_-

Kyuhyun menatap Eunhyuk tanpa selera, dalam hati ia merutuki peruntungannya yang sedang tak baik hari ini. Ia mulai berpikir konyol kalau Siwon diam-diam menyerap keberuntungannya sampai habis, mengingat kuda itulah yang duduk bersebelahan dengannya sejak tadi.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?”

Rupanya tanpa sadar Kyuhyun mengirimkan deathglare nya untuk Siwon yang tak punya salah apa-apa, membuat kuda itu protes sambil balik memelototi Kyuhyun yang masih dipenuhi rasa curiga tak berdasar.

Beralih ke member lain, mereka kini sedang memasang raut yang beraneka ragam, mulai dari wajah datar, pasrah, muram, sampai wajah terang secerah mentari yang sedang ditunjukkan Sungmin saat ini.

“Aku dengan Wookie! Yeaaah! Kubilang juga apa? Kita memang berjodoh Wookie-ya!” Ujarnya senang sambil mengguncang bahu Ryeowook yang terdiam pasrah.

“Kenapa bahagia sekali? Kau mulai terlihat menakutkan, hyung.”

“Eh? Anni~ Aku hanya senang saja bisa berpasangan denganmu.”

“Jadi kau bisa terbebas dari pakaian wanita kan?” Sungmin menggeleng keras.

“Bukan begitu! Hanya saja–”

“Hanya saja apa? Kenapa masih menyangkal sesuatu yang sudah jelas?”

“Ish! Bukannya menyangkal Wookie-ya, aku cuma–”

“Cuma apa?”

“KENAPA MEMOTONG UCAPANKU TERUS SIH!”

“KAU YANG MENYEBALKAN HYUNG~!”

Dua namja itu saling membuang pandangannya satu sama lain. Sungmin menggembungkan pipinya kesal, sedangkan Ryeowook menyilangkan tangannya di depan dada sambil memajukan bibir secara ekstrim. Dua ledakan aegyo dahsyat terjadi dalam waktu yang bersamaan, membuat semua mata memandang mereka dengan tatapan PEMANDANGAN-MACAM-APA-INI-HAAH?

“Kurasa perlu ada pemilihan ulang hyung! Lihat saja, apa mereka pantas jadi pasangan?” Yesung melotot horor sambil menunjuk dua bocah aegyo itu, sedangkan Leeteuk cuma bisa mengusap sebiji keringat yang tiba-tiba saja mengalir di dahinya.

“Tidak bisa! Dari awal kita sudah menyerahkan semuanya ke tangan takdir kan? Kita harus konsisten! Jadi sekarang ayo beranjak ke tes selanjutnya, yaitu penentuan posisi suami dan istri.”

Perintah mutlak, mau dibantah segencar apapun juga percuma saja. Jadi tidak ada pilihan lain bagi semua member kecuali diam dan menuruti prosedur yang ada.

xXx

“Apa harus pakai couple shirt begini?”

“Ini mulai menggelikan hyuuung~!”

“BERISIK! Aku dan Teuki hyung sudah berbaik hati menyiapkan kaus itu pakai uang kami sendiri. Bukannya berterimakasih kenapa malah protes? Mau mati hah?”

“Begini saja dihitung.. dasar pelit! Lagipula juga kan tidak ada yang minta begini, kenapa harus repot-repot?”

“Suka heboh sendiri deh.”

plak! plak!

Sunyi.. Senyap.. Mencekam..

Kini semua member memang sedang mengenakan couple shirt berdasarkan warna yang mereka pilih tadi dengan wajah ditekuk empat, terutama Kyuhyun dan Eunhyuk yang gerutuannya sampai di telinga Kangin dan berbuah jitakan maut. Salahkan saja KangTeuk yang kelewat niat sampai rela menyiapkan itu semua, membuat member yang lain semakin tak bernafsu saja dalam menjalani kegiatan hari ini.

“Untuk menentukan siapa yang jadi seme dan uke, kita adakan voting. Kalian boleh menunjukkan kejantanan(?) kalian untuk mempengaruhi semua voters yang ada di sini. Nah, couple pertama.. Siwon dan Yesung.”

“Apa yang ini masih perlu ditanya, hyung?”

“Skip saja skip!”

“Ya benar! Langsung couple selanjutnya saja!”

“YAAK! Kurang ajar sekali kalian!” Yesung melempar sendal tidurnya sambil berteriak penuh emosi. Sebenarnya dia sendiri pun sudah tahu jelas seperti apa hasil yang akan keluar. Dan benar saja, pasangan itu berakhir dengan Siwon sebagai posisi seme dan Yesung ukenya.

Dengan gerakan mata, Leeteuk menyuruh dua namja berkaus kuning untuk maju ke depan. Kibum berdiri dengan wajah datarnya, sedangkan Donghae hanya diam kebingungan.

“Voting dimulai! Kyuhyun?”

“KiHae.”

“Eunhyuk, Sungmin, Ryeowook?”

“KiHae.. Haebum.. KiHae..”

“KiHae.”

“KiHae.. KiHae.. KiHae..”

“Na do KiHae.”

“ANDWAEEEE!”

Bisa ditebak kalau yang terakhir adalah jeritan histeris Donghae yang terdengar memilukan ke seluruh penjuru ruangan itu.

Selanjutnya tanpa di perintah, Sungmin dan Ryeowook yang entah sejak kapan sudah berbaikan lagi mulai maju ke depan para member yang kini terlihat berpikir sambil menggaruk dagunya. Suasana menjadi hening sesaat sampai sang leader bersedia membuka suara.

“Mengingat Sungmin pandai martial arts, jadi aku pilih MinWook.”

“YA Hyung~ Mana bisa begitu!” Protes Ryeowook.

“Wookie juga pandai memasak, dia cocok kalau jadi istrinya. Na do MinWook.”

“Hyuung~!”

“Aku pilih KyuMin.” Racauan Kyuhyun terdengar merusak suasana, membuat Sungmin ingin mencolok matanya dengan sumpit hijau yang masih ia genggam sedari tadi.

“Na do MinWook.”

“MinWook.”

Sungmin tersenyum lebar, sudah jelas kalau impiannya menjadi seorang seme bisa tercapai sekarang. Ya, walaupun setidaknya untuk acara ini saja.

Beranjak ke pasangan terakhir, kini Kyuhyun dan Eunhyuk sudah berdiri di depan dengan ekspresi yang susah ditebak.

“Aku akan membuktikan kalau aku jauh lebih namja dari maknae setan ini!”

Setelah berkicau seperti itu, Eunhyuk mulai pamer kebolehan dengan semangat membara. Dia menyingsingkan lengan kausnya hingga ototnya perlahan terlihat, lalu entah apa tujuannya monyet hiperaktif itu mulai melakukan beberapa gerakan warming up heboh seperti push up, sit up, lalu push up lagi dengan satu tangan, dan sebagainya. Serangkaian kegiatan tak penting itu membuat badannya jadi sedikit berkilap karena keringat. Eunhyuk pikir tingkat kemachoannya naik beberapa strip sekarang, makanya tanpa sadar ia menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Senyuman yang tertangkap oleh banyak pasang mata dan disalahartikan sebagai sebuah senyuman super duper manis nan kyeopta, yang hanya pantas dimiliki oleh seorang yeoja. O-ow, kau baru saja melakukan kesalahan besar, Lee Hyuk Jae.

Beralih ke Kyuhyun, anak itu kini terdiam kebingungan. Mau pamer otot pun tak punya, satu-satunya otot yang ia miliki hanyalah otot varises yang bersarang manis di kakinya. Apa mungkin dia mau menunjukkan itu? Jawabannya tentu saja tidak. Karena tiba-tiba sebuah bohlam keluar dari kepala jeniusnya, pertanda kalau ia sudah menemukan sebuah jalan keluar.

Kyuhyun menarik sebelah bibirnya, menunjukkan evil smirk terbaik sepanjang masa. Sebuah seringai tersetan dari semua seringai setan yang pernah ia buat seumur hidup kini sedang terpampang jelas di stoic tampan Kyuhyun, membuat bulu roma yang melihatnya pun meremang hebat. Tak ada yang menyangka kalau tampang maknae mereka bisa jadi semengerikan ini. Aura yang menguar dari balik tubuh Kyuhyun benar-benar hitam sempurna sekarang, horor.

Setelah ‘pertunjukan’ selesai, semua voters saling bertukar pandang. Mereka sepakat untuk menyebutkan hasilnya bersama-sama.

Hana..

Dul..

Set..

“KYUHYUN.”

“HYAK! BAGAIMANA BISA BEGITU?”

Dan Hyukjae pun sukses bergulingan kesal di atas lantai, sampai hati ia menyesal sudah buang-buang energi seperti tadi. Hei, seringai tersetan versus gummy smile yang manis, menurutmu apa? Tukang kimchi di pasar Myeongdong pun pasti bisa memilih siapa yang lebih ‘yeoja’ dengan begitu mudah.

xXx

Kyuhyun’s pov

Siang ini rencananya kami akan dikunjungi oleh dalang laknat yang akan mengurusi WGM ajaib kami nanti. Aku dan yang lain kini sudah lengkap berkumpul di dorm lantai 11 untuk menunggunya. Di kepalaku sendiri sudah muncul bayangan seperti apa bentuk PD itu nanti, mulai dari wujud ahjushi gembul berwajah maniak sampai sosok ahjumma girang yang merindukan belaian kasih sayang. Aigoo, mengerikan bukan? Maka dari itu, tadinya aku sudah menyiapkan tongkat baseball untuk berjaga-jaga. Tapi Leeteuk hyung melarangku untuk membawanya, dia bilang aku berlebihan. Cih! Lihat saja, kalau sampai nanti dia diserang ahjumma girang aku tak akan sudi menolongnya!

Ting nong~

Bel dorm kami berdengung keras, membuat Leeteuk hyung beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu. Aku melirik ke sekeliling dan wajah semua hyungku terlihat sangat gugup seperti orang sembelit. Lucu sekali!

Tak lama kemudian, Leeteuk hyung pun kembali dan.. eh, kenapa sendirian?

“Ini adalah Personal Director yang akan bekerja sama dengan kita nanti. PD-nim, silahkan perkenalkan diri.”

Leeteuk hyung menggeser badannya dan mulai terlihatlah sesosok bocah yang disebutnya PD itu. Hiyah! Kenapa begini? Kemana sosok ahjushi maniak dan ahjumma girang yang tadi sempat mampir di kepalaku? Kenapa justru yeoja mungil seperti ini yang muncul? Membuatku berpikir kenapa bisa ada anak TK singgah di dorm kami.

“Wah, ternyata kau jauh lebih muda dibanding yang kubayangkan ya?” Hyukjae hyung tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, sedangkan yang lain masih menganga sambil memandangi sosok di hadapan kami.

“Annyeonghaseyo. Aku PD Lee, mohon bantuannya.”

“Lee saja? Siapa nama lengkapmu?”

“Usiamu berapa?”

“Kau masih sekolah atau sudah kuliah?”

“Alamat rumahmu dimana?”

“Orang tuamu siapa?”

“Nomor sepatumu berapa?”

Abaikan pertanyaan terakhir, Donghae hyung memang bodoh.

“Kalau tujuan kalian menanyakan latar belakangku hanya untuk membalas dendam setelah syuting berakhir, lupakan saja. Satu hal yang perlu kalian tahu, aku adalah cucu dari bos besar kalian, Lee Soo Man.”

Doeng!

M-MWORAGO? Cucu Lee Soo Man? Haish! Pupus sudah harapan kami untuk mengacaukan hidupnya kalau dia sampai berani macam-macam dengan saat recording nanti.

“Yang menularkan virus fujoshi ke kakekku itu adalah.. aku. Tapi kalian tenang saja, mengingat kalian semua masih pemula, aku akan bermain lembut pada kalian.”

Bocah itu menyeringai, membuat kami saling menyikut dalam diam.

xXx

“Hmmmmphf.. phhfth.. huahahaha!”

Ini konyol, benar-benar konyol. Kepala PD mungil itu pasti sudah rusak karena kebanyakan mengkonsumsi MSG. Bayangkan saja kostum apa yang dia berikan untuk para uke kami, sebuah tanktop berwarna cerah, rambut palsu manusiawi, dan make up minimalis yang justru membuat wajah mereka jadi terlihat jauh lebih feminin. Lalu apa yang lucu? Baiklah, mereka memang terlihat cantik –sangat cantik malah–, tapi ada satu hal yang merusak pemandangan. Celana stocking yang mereka kenakan saat ini benar-benar menghancurkan segalanya.

“Berdiri yang benar, taruh tangan kalian disamping badan. Cara kalian berdiri sudah seperti pemain bola yang mau menghalau tendangan bebas saja tau!”

Lagi-lagi tawaku meledak. Orang itu memang benar, mereka yang berdiri berjajar dengan kedua tangan menyilang di tengah selangkangan itu memang terlihat seperti pemain bola. Tapi tidakkah dia tahu kalau mereka seperti itu dengan satu tujuan? Menutupi tonjolan yang diakibatkan oleh stocking ketatnya, masa begitu saja dilarang? Kasihan sekali mereka.

Setelah semua uke kembali duduk bersama kami, PD bonsai itu pun mulai menjelaskan konsepnya.

“Syuting hari ini akan dilakukan di sebuah flat di daerah Sinan, ada dua kamar di lantai satu dan dua kamar lagi di lantai dua. Lantai satu akan ditempati oleh Kyuhyuk dan Minwook, sisanya menempati lantai atas. Arrasseo?”

Kami mengangguk tanpa semangat.

“Kamera kualitas terbaik sudah ditempatkan di semua sudut, jadi tidak ada kru yang kita pakai dalam rekaman ini agar kalian lebih leluasa. Yang perlu kalian lakukan adalah mendengarkan instruksiku lewat earphone yang akan kalian pakai nanti. Bersikaplah natural tapi tetap menunjukkan kasih sayang lewat tindakan mesra, oke? Jaa~ ajja ajja hwaiting!”

“Hwaiting~!”

Kami pun meluncur ke daerah Sinan dengan suasana hati yang mendung luar biasa.

*Kyuhyun’s pov end*

xXx

Kamar KyuHyuk.

Buka acara dan buat panggilan khusus untuk pasangan kalian.”

Sebuah instruksi masuk lewat earphone kedua namja itu barusan. Eunhyuk mengangguk singkat, sementara Kyuhyun memutar matanya jengah. Eunhyuk mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari kamera yang sedang on. Setelah menemukan kamera yang lampunya sedang menyala, namja berambut palsu itu melambaikan tangannya terlebih dahulu sebelum mendekatkan wajahnya ke arah kamera dan membuka suara.

“Ehm.. PD-nim, apa aku benar-benar harus memakai stocking sialan ini? Sumpah ini membuatku risih.”

Dan direktor mereka pun sukses terjengkang di ruang pengawasan. Ia pikir Eunhyuk mau membuka acara, ternyata justru malah aksi protesnya-lah yang meluncur keluar.

Kenapa mempermasalahkan hal itu lagi? Justru celana itulah yang masih menunjukkan kalau kau itu namja! Sudah sekarang buka acaranya! Awas saja kalau sampai terlihat awkward!”

Dua helaan napas berat terdengar setelahnya.

“Annyeonghaseyo yeorobeun, kalian pasti sudah tahu siapa kami kan? Yap, joneun Super Junior Cho Kyuhyun imnida. Dan wanita jadi-jadian disampingku ini adalah uri anchovy Eunhyuk hyung.. atau mungkin sekarang harus kupanggil noona. Dengan berat hati harus kuakui kalau makhluk inilah yang akan jadi istriku selama beberapa waktu kedepan. Yak, kita adalah pasangan untuk WGM ajaib season ini. Apa kalian senang? APA KALIAN SENANG? HAAAH? KALIAN SUKA SEKALI MENYIKSAKU SEPERTI INI? SUDAH PUAS? BAHAGIA MELIHATKU BEGINI?

Kalau tidak ditahan Eunhyuk, mungkin Kyuhyun sudah meraih kamera tak berdosa itu dan membantingnya ke lantai sampai hancur berkeping-keping.

“Sudah suamikuu~ Jangan mengamuk begini.”

“Berhenti memanggilku begituuu~ Telingku bisa iritasi hyuuung!”

Setelah itu pintu kamar mereka menjeblak lebar, dan terlihat seorang yeoja mungil dengan tongkat baseball di tangannya. Eh? Tongkat baseball?

“Cho Kyuhyun-ssi! KAU INI SEDANG APA HAH? Jangan seperti setan kalap begitu! Dan Eunhyuk-ssi, berhenti bersikap seperti tukang komplain di kantor pelayanan sipil! Kalian ini payah sekali! Member lain saja sudah memulainya dengan baik, masa kalian kalah?”

Aigoo, dunia macam apa yang sedang kupijaki saat ini?’ Batin Eunhyuk sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

Dan akhirnya mereka pun terpaksa mengulang sesi pembukanya dari awal, dan lebih baik tentunya.

xXx

Kamar KiHae.

“Lalu kita harus apa sekarang?”

Ambil mission card yang ada di atas lemari dan tuntaskan misinya.”

Donghae bangkit dari duduknya dan mendekati sebuah lemari yang tinggi menjulang. Ia menjinjitkan kakinya untuk meraih sebuah gulungan yang ada di atas benda itu. Tapi percuma saja, lemari itu terlalu tinggi untuk digapai oleh kaki pendeknya. Donghae merengut kesal sambil menendang badan lemari itu dengan keras. Tentu saja dia berteriak kesakitan setelah tindakan bodoh itu selesai dilakukan, membuat Kibum yang daritadi hanya asyik menonton mulai bergerak untuk membantunya.

Kibum berdiri tepat di belakang Donghae yang tiba-tiba saja tubuhnya menegang. Ikan itu berbalik arah dan mendapati wajah Kibum hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya. Pemilik killer smile itu tampak tak menyadari perubahan pasangannya karena atensinya terenggut penuh pada gulungan kertas di atas lemari. Kibum menjulurkan tangannya tinggi-tinggi dan bahkan juga ikut menjinjitkan kakinya seperti Donghae tadi, membuat jarak diantara wajah Donghae dan dada Kibum semakin menipis.

Tak lama kemudian, kaki Kibum berhenti berjinjit dan membuat tinggi badannya kembali ke semula. Posisi wajah mereka berhadapan persis sekarang, dan jantung Donghae hampir longsor karenanya.

“Eh.. ternyata aku juga tidak sampai, hyung.”

Antiklimaks.

Tindakan heroik yang Kibum lakukan ternyata gagal, membuat Donghae mendorong tubuhnya menjauh dan mengumpat ke kamera.

“KAU LIHAT PD-NIM? ORANG MACAM APA YANG MEMAKAI LEMARI SETINGGI INI? KAU SEDANG MELEDEK KAMI HAH? APA KAU PIKIR SEMUA ORANG PUNYA TINGGI BADAN SEPERTI ZHOUMI?”

Brakkk!

Donghae menggebrak badan lemari dengan tangannya, alhasil kini kaki dan tangannya sama-sama mengalami cedera. Ah, Ikan itu memang benar-benar.. membuat Kibum hanya bisa menggelengkan kepala.

“Bummie.. Tanganku sakiiit~”

“Bummie.. Lemarinya nakal!”

“Bummie.. Kenapa diam saja?”

“Apa hyung sedang menyerangku dengan aegyo bertubi-tubi itu?”

Ternyata tanpa sadar Ikan Mokpo itu terlalu menghayati perannya, pemirsa..

“Eh, hmm.. bukan begitu.. tapi–”

Plukk.

Tiba-tiba gulungan kertas itu jatuh ke lantai, mungkin karena gebrakan keras dari Donghae tadi. Dan mata Kibum mendadak berbinar sempurna saat memungutnya.

“JATUUUH! Woaah.. Istriku daebaak!”

Bukannya tangan cedera Donghae yang diciumi, justru gulungan kertas itulah yang berkali-kali menempel di bibir Kibum. Membuat Donghae melempar rambut palsunya ke dinding sambil ber-sweatdrop-ria.

Acara ini sungguh menyebalkan!’

xXx

Kamar WonSung.

Sang PD tersenyum lebar menyaksikan apa saja yang terjadi di kamar pasangan itu. Mungkin karena pengalaman berakting Siwon yang tak perlu diragukan lagi, menjadikan semuanya terlihat mengalir alami seperti air. Eh, apakah benar selancar itu?~

“Hyung sayaang..”

“Apa nae baby yeobo chagi Siwonnie~”

“Bisa berhenti memegangi philtrumku tidak?”

Mungkin inilah batas kesabaran kuda itu yang sebenarnya. Daritadi ia sudah mencoba berakting seakan semuanya baik-baik saja. Membuka percakapan semesra mungkin, melakukan beberapa skinship yang pasti membuat shipper mereka berteriak girang, sampai bertukar panggilan sayang yang berujung nickname rumit sepanjang kereta api yang Yesung berikan untuknya; Siwon mencoba profesional untuk itu semua. Tapi sekarang? Ia mungkin juga tak akan mempermasalahkan Yesung yang sedang bersandar di dada bidangnya dan membuat lehernya gatal karena rambut palsu kalau saja tangan kecil pasangannya itu tak menggerayangi philtrumnya yang sensitif. Siwon tahu kalau hyungnya sedang mengambil kesempatan untuk melakukan tindakan laknat itu sekarang.

“Aku kan sedang jadi istrimu. Jadi ini bukan lagi hal yang ilegal, nae baby yeobo chag–”

“TAPI INI GELI HYUUUNG!”

Yesung bangkit dari posisinya dan berbalik memelototi Siwon.

“Apa perlu sampai berteriak hah? Istrimu yang sebenarnya nanti pasti akan langsung kabur kalau dibentak seperti tadi!”

“Tapi ini kan salahmu.”

“Aku ini sedang melatih kesabaranmu! Anggap saja ini simulasi kehidupan pernikahan yang akan datang. Kau ini sedang dalam masa pelatihan, jadi sebaiknya perlakukan istrimu dengan baik!”

“Istriku nanti tak akan suka menyentuh philtrumku seenaknya!”

“Tahu darimana kau? Kenapa yakin sekali?”

“Yeoja aneh mana di dunia ini yang suka memegangi–”

KALIAN MAU ADU MULUT SAMPAI KIAMAT HAH? Berhenti bertengkar dan lanjutkan berakting dengan benar!”

“Ah baiklah mianhae. Tapi chogi PD-nim, apa kau punya borgol?”

Untuk apa?”

“Untuk tangan Yesung hyung kalau dia berani menyentuh philtrumku lagi.”

Eopso. Tapi di dapur ada pisau, potong pakai itu saja kalau tangannya berani macam-macam.”

“YAAAAAK! APA-APAAN KALIAN INI!”

xXx

Kamar Minwook.

Tidak seperti kamar lain yang ributnya luar biasa, di sini justru terlihat pemandangan yang menyejukkan hati. Dua orang sedang bahu-membahu membersihkan kamar baru mereka untuk tidur malam nanti. Lantai disapu bersih, perabotan diatur tata letaknya, semua debu dimusnahkan dengan kemoceng, dan sebagainya. Setelah pekerjaan selesai, Ryeowook berinisiatif menyajikan dua gelas ice lemon untuk melepas penat. Sungmin tersenyum manis saat menerimanya. Dia juga menyeka keringat yang bertengger di dahi ‘istrinya’.

“Huufhh.. Kerja bagus nae buin~ Kamar kita sudah rapi sekarang.”

“Ini kan juga berkat bantuan hyung~ Gomawo ya nae nampyeonie~”

Chu~

Sebuah improvisasi bagus dari Ryeowook membuat manik kelinci Sungmin terbelalak.

“Woah! Apa kamera merekamnya? Yang barusan itu sudah bagus sekali! Kamera sebelah mana yang on? Apa angle nya sudah bagus? Pastikan adegan tadi terekam dengan baik! Shipper kami pasti akan salto kegirangan kalau melihatnya. Hahaha~”

Sungmin bertingkah autis dengan menghampiri kamera yang ada di ruangan itu satu per satu, membuat Ryeowook membatu seketika karena sweatdrop.

Astaga Sungmin-ssi! Kenapa harus berhenti akting disaat seperti ini? Untuk urusan itu biar aku yang mengatur! Kau dibayar bukan untuk mengurus lahanku! Sekarang lanjutkan peran kalian~”

“Ah nde, jweosonghamnida~ Aku kelepasan.”

“Bagaimana kalau sekarang kita makan ddokbokki saja hyung? Tadi aku membelinya di jalan.”

“Jinjja? Woaaah ayoooo makaan! Istriku memang yang terbaik~”

xXx

Kamar Kyuhyuk.

“Hmm, panggilan sayang buatmu apa ya? Iblis neraka? Setan laknat? Maknae sialan? Suami biadab?”

“YAA! Hyung mau mati yaa?”

“Aku bingung Kyu~ Kau sendiri mau memanggilku apa?”

“Hmm.. monyet remang-remang.”

Eunhyuk hampir saja tersedak garpu saat mendengar ocehan Kyuhyun barusan. Mendadak jajangmyeon di depannya jadi kelihatan tak menarik selera.

“Panggilan macam apa ituu?”

“Kau kan bukan namja ataupun yeoja, jadi tidak bisa disebut jantan apalagi betina. Makanya kau itu makhluk remang-remang hyung~”

“HYAK! Penjelasan macam apa itu? Kalau kau benar-benar memanggilku begitu aku akan–”

Ucapan Eunhyuk terputus kala telinganya menangkap suara yang tidak asing. Dia pun menarik Kyuhyun untuk mendekat ke dinding yang membatasi kamar mereka dan kamar Minwook yang ada di sebelahnya. Eunhyuk dan Kyuhyun sedang menguping berjamaah sekarang.

Sssh.. huuuh.. haaah..”

Ayo masukkan satu lagi, Wookie-ah~”

Sssudah ttidak muat hyuung~”

Mata dua manusia itu terbelalak hebat. Di pikiran mereka mulai muncul bayangan mengerikan yang membuat mereka ingin merobohkan dinding itu sekarang juga.

“Me-mereka sedang apa?”

Lidah Kyuhyun terasa kelu, sedangkan Eunhyuk hanya bisa diam membisu. Isi kepala mereka seperti terbang begitu saja, kosong sempurna.

“A-apa yang mereka lakukan, hyung?”

Kyuhyun tak menyerah, ia tetap mengajukan pertanyaan kepada hyungnya yang masih bergeming. Anak setan itu bahkan mengguncang bahu Eunhyuk untuk mengembalikan kesadaran namja itu seperti semula. Kyuhyun mulai takut kalau Eunhyuk diam bukan hanya karena shock, melainkan kerasukan penunggu kamar baru mereka.

“Hyung?”

“Apa mungkin mereka melakukan itu?”

Kyuhyun menghela napas lega. Walaupun tatapannya masih kosong, yang penting Eunhyuk mulai bisa membuka suaranya lagi sekarang. Namun, beberapa detik kemudian tatapan kosong itu berubah menjadi mencurigakan saat Eunhyuk melirik Kyuhyun yang mulai waspada.

“Kurasa kita juga harus melakukannya, Kyu. Untuk acara ini kita harus all out dan profesional kan?”

M-m-musun mariya? Hyung jangan macam-macam!”

Eunhyuk bergerak merangkak ke arah Kyuhyun yang meringsut ketakutan. Kyuhyun mulai berpikir kalau hyung nya benar-benar kesetanan sekarang.

YAA! Ming hyung~ Lidahku tergigit kan jadinya!”

Lagi-lagi suara provokasi itu terdengar, membuat Kyuhyun ingin menubrukkan kepalanya ke dinding sampai pembatas itu runtuh dan melempar MinWook ke jurang terdekat. Kyuhyun juga mulai bertanya-tanya kemana perginya PD-nim sialan itu di saat-saat seperti ini?

“Hyung~ Kau itu sedang jadi yeoja! Jangan lupakan itu.”

“Bukankah wanita agresif sedang jadi trend belakangan ini?”

“Hiyaaah! Hyuuung~ Jangan mendekaat!”

TBC/END

Karena kepanjangan, jadi rencananya chapter depan saya lanjutin sesi unofficialnya sedikiit lagi dengan pairing yang belum sempet muncul di chapter ini. Untuk sesi official juga mungkin akan digabung kalo misalnya gak kepanjangan, tapi kalo emang gak cukup ya akan dibuat terpisah. =D

Sekali lagi, itu semua juga kalo respon yang saya terima bagus, hehe~

Jadiii, mind to review comment?

komen sehat memberi semangat looh~ Jadi tolong gimme your respons yaa d^^b

~ThanKYU~